Rabu, 22 Juni 2011

KOREA



Tempat –Tempat Wisata di Korea
 
Bukhansan  atau Gunung Bukhan :
adalah sebuah gunung yang terletak di sebelah utara kota Seoul, Korea Selatan. Gunung ini tingginya 836.5 meter di atas permukaan laut. Nama Bukhansan berarti "Gunung Han Utara," merujuk pada letaknya yang berada di sebelah utara sungai Han. Bukhansan, serta Taman Nasional Bukhansan yang merupakan bagiannya, merupakan daya tarik terkenal wisatawan di daerah Seoul. Gunung ini terkenal sebagai salah satu tujuan yang disukai untuk meihat burung atau untuk melakukan hiking di wilayah metropolitan Seoul.

Byeongsan Seowon     :
adalah seowon yang terletak di Kampung Byeongsan, Kecamatan Pungcheon, Kabupaten Andong di Propinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Seowon ini didirikan di zaman Dinasti Goryeo pada saat Raja Gongmin (bertahta 1351-1344) mengungsi ke Andong karena peristiwa Pemberontakan Sorban Merah.

Changdeokgung         : 
(Istana Changdeok) adalah sebuah komplek istana Dinasti Joseon di Seoul, Korea Selatan. Istana Changdeok adalah salah satu dari Lima Istana Besar yang dibangun sebagai tempat tinggal keluarga kerajaan. Istana Changdeok terletak di sebelah timur Gyeongbokgung sehingga sering disebut dengan Donggung atau Istana Timur. Makna dari Changdeokgung  adalah Istana Kemakmuran.

Changgyeonggung atau Istana Changgyeong :
adalah istana yang berlokasi di Seoul, Korea Selatan. Aslinya adalah bangunan istana musim panas dari kaisar Dinasti Goryeo yang dibangun pada tahun 1104, kemudian diwariskan ke Dinasti Joseon dan merupakan salah satu dari Lima Istana Besar Dinasti Joseon.

Changnyeong    :
adalah sebuah kabupaten yang terletak di propinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Kabupaten ini memiliki wilayah perlindungan alam liar yang masih alami dan situs-situs kuno bersejarah. Nakdong-gang, sungai terpanjang di Korea Selatan, mengaliri melewati wilayah ini sebelum bermuara ke Selat Korea.

Cheong Wa Dae atau Rumah Biru :
(Rumah dengan genting biru) : adalah kantor kepresidenan Republik Korea Selatan. Namanya berasal dari genting atap bangunannya yang berwarna biru. Cheong Wa Dae termasuk dari bagian kompleks bangunan yang dibangun dengan bentuk rumah tradisional Korea namun dengan struktur modern.

Deoksugung (Istana Deoksu)        : 
adalah kompleks istana yang ditempati oleh berbagai anggota keluarga kerajaan Dinasti Joseon sampai terjadinya penjajahan Jepang. Jenis bangunan di kompleks istana Deoksu cukup beragam, mulai dari bangunan berbahan dasar kayu sampai bangunan bergaya barat.

Gaeamsa atau Kuil Gaeam         : 
adalah sebuah kuil Buddha yang terletak di Kabupaten Buan, propinsi Jeolla Utara, Korea Selatan. Kuil ini didirikan oleh biksu Myoryeon pada tahun ke-35 masa pemerintahan Raja Mu dari kerajaan Baekje (tahun 634). Selanjutnya, pada masa Silla Bersatu, Gaeamsa direnovasi oleh pendeta besar Wonhyo dan Euisang, lalu di masa Goryeo oleh pendeta Wongam dan Seontan di zaman awal Dinasti Joseon. Pada peristiwa Perang Imjin, Gaeamsa musnah terbakar dan dikonstruksikan kembali menjadi bentuknya yang sekarang pada tahun ke-9 masa pemerintahan Raja Hyojong (tahun 1658). Selanjutnya, Kuil Gaeam mengalami beberapa kali renovasi. Aula Utama atau Daeungjeon merupakan bangunan yang dijadikan sebagai Harta Nasional Korea Selatan nomor 292. Menurut penelitian, Kuil Gaeam berdiri di situs reruntuhan istana salah satu kerajaan Samhan yakni negeri Byeonhan. Pada tahun 282 SM, Raja Mun dari kerajaan Byeonhan membangun istana di situs tersebut untuk memulai invasi terhadap kerajaan Samhan lain, Jinhan dan Mahan. Di dekat Kuil Gaeam terdapat situs batu besar setinggi 40 meter dan 30 meter yang dinamakan Batu Ulgeum dan Batu Ugeum. Di dekat Batu Ulgeum terdapat sebuah situs tembok batu yang dinamakan Ugeum Sanseong yang diperkirakan didirikan pada masa kerajaan Byeonhan. Namun, para sejarawan lain meyakini bahwa situs tersebut adalah Juryuseong, benteng pertahanan terakhir kerajaan Baekje.

Gwanghwamun               : 
adalah sebuah gerbang yang terletak di Seoul, Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 1395. Gerbang Gwanghwamun berdiri di depan Istana Gyeongbok dan telah mengalami masa panjang berbagai kerusakan dan kehancuran. Di tempat berdirinya inilah diketahui sebagai pusat kota Seoul.

Istana Gyeongbok           : 
adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (Gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 istana besar dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh Dinasti Joseon.

Gyeonghuigung  atau Istana Gyeonghui :
adalah istana yang terletak di Seoul, Korea Selatan. Istana Gyeonghui termasuk dari Lima Istana Besar Korea yang didirikan oleh Dinasti Joseon.Pada masa-masa akhir Dinasti Joseon, Istana Gyeonghui adalah istana sampingan untuk raja dan lokasinya terletak di sebelah barat Seoul. Istana ini seringkali disebut Seogwol (Istana di Sebelah Barat). Istana sampingan berfungsi sebagai tempat pindahnya raja ketika terjadi keadaan darurat.
Heunginjimun ("Gerbang Kebajikan yang Bersinar") atau Dongdaemun ("Gerbang Besar Timur")     :, adalah bangunan bersejarah yang berada di pusat kota Seoul, Korea Selatan. Nama "Dongdaemun" dalam Bahasa Korea berarti "Gerbang Besar Timur", dinamakan demikian karena menunjukkan letaknya pada sebalah timur kota Hanyang (Seoul pada zaman dinasti Joseon), yang pada saat itu masih dikelilingi tembok. Gerbang ini terletak di distrik Jongno yang sibuk.

Taman Huwon : 
adalah taman yang terletak di bagian belakang Istana Changdeok dan merupakan taman utama Dinasti Joseon.[1] Taman ini memiliki luas 74 are dan terdiri atas bentang alam berbentuk dataran bergelombang dengan 35 buah bangunan besar dan kecil, 7 buah kolam buatan serta hutan lebat dan aliran-aliran mata air.[1]Dari kesemua rancangan ini, hanya 1% saja yang dibuat oleh manusia.

Insadong         : 
adalah bagian dari permukiman di kota Seoul (dong) dari distrik Jongno-gu. Jalan utama di Insadong adalah Jalan Insadong (Insadong-gil) yang dihubungkan dengan banyak jalan-jalan kecil di dalam distrik Jongno. Insadong terkenal di antara para wisatawan sebagai tempat belanja dan menjual barang-barang seni tradisional khas Korea maupun luar negeri. Lebih dari 40 persen toko barang antik Korea terdapat di wilayah ini.Insadong adalah pusat dari ibukota Korea selama lebih dari 600 tahun dan merupakan pusat budaya sejak zaman Dinasti Joseon (1392-1910). Disini pernah berdiri Gedung Menteri Kebudayaan Korea Selatan.

Jeongeup       :
adalah sebuah kota yang terletak di propinsi Jeolla Utara, Korea Selatan.Kota Jeongeup lebih dikenal akan pemandangan musim gugur dari Gunung Naejang yang terletak dekat kota ini. Selain itu, Jeongeup merupakan tempat awal mula Revolusi Donghak yang terjadi pada tahun 1894. Revolusi Donghak adalah pemberontakan kaum petani yang terjadi di akhir masa Dinasti Joseon untuk melawan pejabat dan birokrat pemerintahan. Sebagian besar daerah yang mengelilingi Jeongeup adalah dataran rendah yang terdiri dari daerah-daerah pertanian.

Jeongseon      :
adalah sebuah kabupaten yang terletak di propinsi Gangwon, Korea Selatan. Daerah ini terletak di pegunungan dengan puncak-puncak yang tinggi dan merupakan asal dari lagu rakyat Jeongseon Arirang.

Kali Cheonggye atau Cheonggyecheon   :
adalah sebuah aliran kali yang terletak di pusat kota Seoul, Korea Selatan.[1] Kali ini merupakan bagian penting dari sejarah kota Seoul. Pada tahun 1950-an, kali ini melambangkan kemiskinan yang dialami masyarakat Seoul dan pada dekade berikutnya (1960-an-1970-an) menjadi saksi keberhasilan industrialisasi dan modernisasi Korea Selatan.

Tidak ada komentar: